Alm. K. Cholil Masaran

Generasi Ke-1 Pendiri Masjid Al - Ihsan Jl. Basar No. 38 Bugih Pamekasan

Alm. K. Su'udi BA

Generasi Ke-2 Penerus Masjid Al - Ihsan Jl. Basar No. 38 Bugih Pamekasan

K. Kuzairi

Generasi Ke-3 Pembina Masjid Al - Ihsan Jl. Basar No. 38 Bugih Pamekasan

Letak Masjid

Tidak ada ulasan

Renovasi Total 1987

Tidak ada ulasan

Masjid Tahun 1975

Tidak ada ulasan

Selasa, 27 September 2016

RENUNGAN SORE



By Agung
Dadi yen hurupe lafadz Allah iku ono papat(4) nuduhake yen Ilmu iku ono 4:

1.       Ilmu syariat

Tegese pernatan,panggonane ono lisan,wong-wongan kudu niat,ibadah wudlune nganggo banyu,sembayange ngadek,ruku’,sujud,lungguh sing duwe anggota 7.

2.       Ilmu Thoriqot     

Tegese dalan (lelaku) panggonane ono ati,wong-wongane kudu tandang,ibadah wudlune tinggal hasud (dengki),sembahyange kudu ahli welas,sing duwe ati.

3.       Ilmu Hakekot       

Tegese nyoto,panggonane ono nyowo,wong-wongane kudu tinggal rumongso,ibadah wudlune kudu tinggaltakabur (sombong) sembayange kudu sabar sing duwe nyowo.

4.       Ilmu Ma’rifat     

Tegese weruh,panggonane ono pangeroso,wong-wongane kudu weruh,ibadah wudlune kudu anteng,sembayange temen,sin duwe pangeroso.⁠⁠⁠⁠

Jumat, 23 September 2016

TERGANTUNG NIAT



Suatu hari seorang lelaki menemui Buya Hamka...
Kepada beliau, dengan menggebu dia bercerita...
 “Subhanallah Buya”, sungguh saya tidak menyangka, ternyata di Makkah itu ada pelacur, kok bisa yaa
sahut Buya “ ohh yaa, saya baru saja dari Los Angeles dan New York dan masyaa' Allah, ternyata di sana tidak ada pelacur.”
“Ah, mana mungkin Buya!!! di Makkah saja ada kok, pasti di Amerika jauh lebih banyak lagi”
“Kita memang hanya akan dipertemukan, dengan apa-apa yang kita cari.” tukas Buya dengan senyum...
Meski pergi ke Makkah, tapi jika yang diburu oleh hati kita memang adalah hal-hal buruk, syaithan dari golongan jin maupun manusia takkan kekurangan cara untuk membantu kita mendapatkannya.
Dan meski safarnya (perjalanannya) ke Los Angeles dan New York, jika yang dicarinya adalah kebajikan, maka segala kejelekan akan enggan dan bersembunyi.
Maka mari mengisi hati kita dengan prasangka baik, harapan baik, keinginan baik, dan tekad untuk menjadi lebih baik.
Sebab jika hati senantiasa berniat baik, Allah akan pertemukan kita dengan hal yang baik, orang-orang baik, tempat yang baik, atau setidaknya peluang dan kesempatan berbuat baik.

Kamis, 22 September 2016

INDAHNYA SABAR

By Kuz


S A B A R
 Suatu hari, Rasulullah SAW bertamu ke rumah Abu Bakar Ash-Shidiq.
Ketika sedang bercengkrama dg Rasulullah, tiba-tiba datang seorang Arab Badui menemui Abu Bakar dan langsung mencela Abu Bakar.
Makian, kata-kata kotor keluar dari mulut orang itu.
Namun, Abu Bakar tidak menghiraukannya.
Ia melanjutkan perbincangannya dengan Rasulullah.
Melihat hal ini, Rasulullah tersenyum.
Semakin marahlah orang Arab Badui tersebut.
Untuk ke 3 kalinya, ia mencerca Abu Bakar dengan makian yangg lebih menyakitkan dari sebelumnya...
Selaku manusia biasa, akhirnya, dibalaslah makian orang Arab Badui tersebut dg makian pula.
Maka terjadilah 'Perang Mulut'.
Seketika itu, Rasulullah beranjak dari tempat duduknya.
Beliau meninggalkan Abu Bakar 'Tanpa Mengucapkan Salam'.
Melihat hal ini, selaku tuan rumah, Abu Bakar tersadar dan menjadi bingung.
Dikejarnya Rasulullah yang sudah sampai di halaman rumahnya.
Kemudian Abu Bakar berkata :
"Wahai Rasulullah, janganlah Engkau biarkan aku dalam kebingungan yg sangat dalam.
Jika aku berbuat kesalahan, tolong jelaskan kesalahanku..."
Rasulullah menjawab,
"Sewaktu ada seorang Arab Badui datang dengan membawa kemarahan, memfitnahmu lalu mencelamu, kulihat engkau tenang, diam dan engkau tidak membalas.
Aku bangga melihat engkau orang yg kuat mengahadapi tantangan, menghadapi fitnah, kuat menghadapi cacian.
Dan aku tersenyum karena Ribuan MALAIKAT turun di sekelilingmu mendoakan dan memohonkan ampun untukmu, kepada ALLAH."_
Begitu pun yg ke 2 kalinya, ketika ia mencela serta memfitnahmu dan engkau tetap membiarkannya, maka para malaikat semakin bertambah banyak jumlahnya.

Oleh sebab itu, aku tersenyum.

Namun...
Ketika ke 3 kalinya ia mencelamu dan engkau menanggapinya, dan engkau membalasnya,
maka seluruh malaikat pergi meninggalkanmu._
Hadirlah iblis di sisimu.
Oleh karena itu, aku tidak ingin berdekatan denganmu.

Aku tidak ingin berdekatan dengan iblis , dan aku pun enggan memberi salam kepada iblis."

Setelah itu menangislah Abu Bakar...⁠⁠⁠⁠

Rabu, 21 September 2016

RENUNGAN SIANG

 By Kuzairi

HIDUP TAK SELAMANYA BERJALAN MULUS!!!*

Θ BUTUH batu kerikil supaya kita BERHATI-HATI..
Θ BUTUH semak berduri supaya kita WASPADA..
Θ BUTUH Pesimpangan supaya kita BIJAKSANA dalam MEMILIH..
Θ BUTUH Petunjuk jalan supaya kita punya HARAPAN tentang arah masa depan..

•• Hidup Butuh MASALAH supaya kita tahu kita punya KEKUATAN..

•• BUTUH Pengorbanan supaya kita tahu cara BEKERJA KERAS..

•• BUTUH airmata supaya kita tahu MERENDAHKAN HATI

•• BUTUH dicela supaya kita tahu bagaimana cara MENGHARGAI..

•• BUTUH tertawa n senyum supaya kita tahu MENGUCAPKAN SYUKUR

.. BUTUH Orang lain supaya kita tahu kita TAK SENDIRI..

Jangan - selesaikan MASALAH degan mengeluh, berkeluh kesah, dan marah", Selesaikan saja dgn sabar, Ikhlas, bersyukur, dan jangan lupa TERSENYUM.

Teruslah MELANGKAH walau mendapat RINTANGAN, Jangan~ takut..
Saat tidak ada lg tembok untuk bersandar, masih ada lantai utk bersujud.

Perbuatan baik yang paling sempurna adalah perbuatan baik yg tidak-terlihat, Namun. Dapat dirasakan hingga jauh kedalam relung hati.

Jangan- menghitung apa yang hilang, namun hitunglah apa yg tersisa.

Sekecil apapun penghasilan kita, pasti akan cukup bila digunakan utk Kebutuhan Hidup.
Sebesar apapun penghasilan kita, pasti akan kurang bila digunakan utk Gaya Hidup.

Tidak selamanya kata-kata yang indah itu benar, juga tidak*selamanya kata-kata yang *menyakitkan itu salah. Hidup ini terlalu singkat, arahkan mereka yang menyakitimu kalau tidak mampu lepaskan mereka yg menyakitimu , sayangi mereka yg peduli padamu. Dan berjuanglah untuk mereka yang berarti bagimu.

Bertemanlah degan semua oanrg, tapi bergaulah degan orang yang berintegritas dan mempunyai nilai hidup yang benar, karena pergaulan akan mempengaruhi cara kita hidup dan masa depan kita.⁠⁠⁠⁠

Kamis, 08 September 2016

MUTIARA JUMAT

Renungan Menjelang Jumat
by Agoeng
Para Arifbillah yang tidak hanya sekedar mengenal tetapi juga mengerti akan kedudukan/Martabat Allah, tentu mereka itu telah “Karam” pada Lautan “Ahadiyah” Allah ‘Ta’ala. Di dalam ke “Karam” annya itu pandangannya hanya tertuju kepada Allah, baik di muka, di belakang, di kanan, di kiri, atas, bawah, luar dan dalam. Setiap waktunya selalu bersama Tuhannya baik di dalam suka maupun duka, baik dalam keramaian maupun dalam kesendiriannya.
Tidak banyak orang lain mengetahui tentang rahasia di dirinya, walaupun ia senantiasa berkumpul di dalam suatu keramaian tetapi Hatinya hanya bersama Tuhannya. Jiwanya telah merdeka dari segala ikatan-ikatan dunia. Apakah itu pangkat, kedudukan, harta dan segala Atribut-atribut yang lain.
Para pecinta Tuhan telah melepaskan pandangannya baik dari dirinya sendiri maupun kepada yang di luar dari dirinya, menyendiri di dalam kesendirian diri dan diam di dalam Hakikat Tuhannya.
Diriwayatkan Nabi Daud as. Sedang menyendiri di dalam Mihrab, setelah ia hanyut dalam kesendirian itu…
Tuhan berkata : “Hai Daud, sedang apakah engkau?”
Daud as : “Ya Tuhanku sesungguhnya Aku sedang menyendiri dalam kesendirianku”
Tuhan : “Apa yang engkau lihat hai Daud?”
Daud as : “Aku pandang akan diriku dalam Musyahadah bahwa tidak ada Daud yang ada hanya
Aku, dan kupandang lagi lebih dalam ‘tidak ada Aku yang ada hanya Engkau ya Robb”
Tuhan : “Hai Daud! Jika demikian berarti engkau telah “Murtad”, Murtad dari dirimu sendiri”
Engkau telah keluar dari dirimu sendiri sehingga tidak ada lagi yang ada pada dirimu,
Dan Engkau nyatakan yang ada hanya “Aku”. Karena itu Engkau telah masuk kedalam
Ke “DIAM” an Sir/Rahasia-Ku, dan Engkau telah sampai kepada-Ku.
Bagi para penuntut/salik yang berjalan menuju kepada Allah, maka mereka akan melalui beberapa tahapan-tahapan/kedudukan-kedudukan yang mana akhir tahapan itu adalah “DIAM”.
“DIAM” itu adalah suatu Maqom Qodimnya Allah Swt yang mana di sampaikan oleh beberapa Arifbillah dengan Sir/Rahasia/Singgasana Allah Swt.
Dalam sebuah kitab “Ad-Durunnafis”, dikatakan bahwa “DIAM” itu adalah Maqom yang tinggi yaitu Maqom Tuhan Robbul ‘Alamiin pada Singgasana Allah swt.
Di dalam ke “DIAM”an itu Hakikat Muhammad Saw bermaqom, dan dari situlah sumber Kalam Allah yang berbunyi : “Kun” dan “ Fayakun”.
Setiap para Arifbillah di antara para kekasih-kekasih dan Pecinta Sejati Allah, mereka telah sampai kepada Maqom ke “DIAM” an tsb. Maqom yang mengangkat Derajad dan Martabatnya kepada “Insan Kamil Mukamil” dan berkedudukan sebagai Waliyullah yang senantiasa tidak pernah Alfa dari mengingat Allah baik dalam kesendiriannya maupun dalam keramaiannya.
Adapun untuk sampai pada Maqom tsb, tahapan-tahapan yang harus ditempuh dalam pengembaraan Spiritualnya adalah :
Fana Fil Mursyid (Lebur dalam keta’atannya dan kecintaannya kepada Mursyid)
Fana Firrosul (Lebur dalam keta’atannya dan kecintaannya kepada Rosul)
Fana Fillah (Lebur dalam keta’atannya dan kecintaannya hanya kepada Allah Swt)
Baqo’ billah (Terbuka Hijab/Tirai kedirian sehingga Sir/Rahasianya bersatu dengan Kebenaran Allah)
Liqo’ Illah (Bertemu dengan Allah dalam ke “DIAM”annya Allah Swt.

Selasa, 06 September 2016

RENUNGAN PAGI

RENUNGAN PAGI
BY AGOENG
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. (QS,At Tiin : 4)

Kesempurnaan Manusia itu adalah menunjukkan betapa Maha Sempurnanya Allah yang telah menciptanya. Sehingga dengan kesempurnaan itu lah yang membuat Iblis merasa Iri dan Cemburu dibuatnya dikarenakan tidak mengetahui akan Hakikat Manusia itu.

Bahkan Malaikat pun tidak mengetahui tentang Hakikat Manusia, seluruh Makhluk tidak ada yang mengetahuinya melainkan hanya Allah lah yang Maha Mengetahui. Dan tatkala Allah berkehendak atas tiap diri seseorang untuk dijadikan Kekasihnya maka Allah akan membukakan Rahasia itu pada dirinya. Sehingga dengan tersingkapnya akan Rahasia itu menjadikan dirinya semakin dekat sekali dengan Tuhannya.


Hanya Rosulullah Saw dan para Awliya Allah yang dikehendakilah yang akan dibukakan akan Rahasia itu, sehingga baginya itulah Anugrah yang sangat luar biasa atas dirinya.

Dengan mengetahui akan rahasia itu maka naiklah derajadnya di sisi Tuhannya menjadi Hamba Allah yang sejati bukan lagi duduk pada martabat Makhluk.

Definisi Makhluk itu ialah :

Tidak mengetahui akan makna kehidupan
Berlaku dalam keseharian hanya untuk makan, minum dan aktifitas lainnya
Tidak tumbuh kesadaran Jiwa untuk menuntut Ilmu Kesempurnaan Hidup
Kalau lah ia beramal dan beribadah hanyalah sekedar melaksanakan kewajiban tanpa mengetahui Hakikat Amal Ibadah
Tidaklah hidup yang dijalaninya melainkan hanyalah menurutkan Hawa Nafsunya.
Mereka yang demikian ini bermartabat Makhluk semata, yang di Firman kan Allah dalam Al-Qur’an mereka hidup seperti Binatang. Tatkala ia mati maka akan menjadi Bangkai dan busuk serta hancur jasadnya.

Adapun mereka yang dikehendaki masuk dalam kedudukan Hamba Allah, mereka itu ialah :

Mengenal kepada Tuhannya sebagaimana mereka kenal dengan kekasihnya
Mengetahui makna kehidupan membuat dirinya penuh arti dan makna di dalam menjalani hidup
Sadar bahwasanya dirinya bukanlah sesuatu melainkan Hakikat dirinya adalah Rahasia Allah
Tidak ada yang dilihat dan dipandangnya selain Allah
Senantiasa lebur di dalam zikrullah bukan hanya pada waktu tertentu tetapi meliputi setiap waktu dari buka mata sampai tutup mata kembali
Mereka yang demikian ini bermartabat Hamba Allah, jika mereka mati maka Allah mengatakan dalam Al-Qur’an bahwa sesungguhnya mereka itu tidak mati melainkan Hidup dan beroleh nikmat disisi Ku. Sehingga kematiannya akan membawa berkah bagi dirinya sendiri, jasadnya tidak akan hancur dan tidak akan membusuk seperti bangkai karena Allah memelihara akan Jasadnya. Bahkan sebagian dari pada mereka itu ada yang hilang jasad dan ruh kembali kepada Allah Swt.

Mereka yang dimuliakan dengan Anugrah Allah yang tiada terkira itu, sadar akan dirinya LA HAWLA WALA QUWWATA ILLA BILLAH………… dan terkadang mengatakan bahwa : AKU ADALAH TEKA-TEKI TUHANKU dan ada pula yang mengatakan : AKU ADALAH RAHASIA TUHANKU.⁠⁠⁠⁠