Alm. K. Cholil Masaran

Generasi Ke-1 Pendiri Masjid Al - Ihsan Jl. Basar No. 38 Bugih Pamekasan

Alm. K. Su'udi BA

Generasi Ke-2 Penerus Masjid Al - Ihsan Jl. Basar No. 38 Bugih Pamekasan

K. Kuzairi

Generasi Ke-3 Pembina Masjid Al - Ihsan Jl. Basar No. 38 Bugih Pamekasan

Letak Masjid

Tidak ada ulasan

Renovasi Total 1987

Tidak ada ulasan

Masjid Tahun 1975

Tidak ada ulasan

Senin, 28 November 2016

DIALOG NABI MUHAMMAD DENGAN ALLAH SWT

By
K Kuzairi


BACAAN TAHIYAT, DIALOG RASULULLAH SAW DENGAN ALLAH SWT 

ANDAI kita mengetahui bahwa sebagian dari bacaan shalat itu adalah dialog antara RASULULLAH SAW dengan ALLAH AZZA WAJALLA, tentu kita tidak akan terburu-buru melakukannya...

ALLAHU AKBAR ternyata bacaan shalat itu dapat membuat kita seperti berada di syurga...
Mari kita camkan dan renungkan kisah berikut ini, tentu akan berlinang air mata kita, Masya Allah..

Singkat cerita, pada malam itu Jibril AS mengantarkan Rasulullah SAW naik ke Sidratul Muntaha. Namun karena Jibril AS tidak diperkenankan untuk mencapai Sidratul Muntaha, maka Jibril AS pun mengatakan kepada Rasulullah SAW untuk melanjutkan perjalanan sendiri tanpa dirinya...
Rasulullah SAW melanjutkan perjalanan perlahan sambil terkagum-kagum melihat indahnya istana ALLAH SWT hingga tiba di Arsy...

Setelah sekian lama menjadi seorang Rasul, inilah pertama kalinya Muhammad SAW berhadapan dan berbincang secara langsung dengan ALLAH Azza wa Jalla...

Bayangkanlah betapa indah dan luar biasa dahsyatnya moment ini, Masya Allah..

PERCAKAPAN Antara Muhammad Rasulullah SAW dengan ALLAH Subhanahu Wata'ala :

1. Rasulullah SAW pun mendekat dan memberi salam penghormatan kepada ALLAH SWT :
ATTAHIYYAATUL MUBAARAKAATUSH SHALAWATUTH THAYYIBAATU LILLAAH...
(Semua ucapan penghormatan, pengagungan dan pujian hanyalah milik ALLAH).

2. Kemudian Allah SWT menjawab sapaannya :
ASSALAAMU ‘ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH .
(Segala pemeliharaan dan pertolongan ALLAH untukmu wahai Nabi, begitu pula rahmat ALLAH dan segala karunia-Nya).

3. Mendapatkan jawaban seperti ini, Rasulullah SAW tidak merasa jumawa atau berbesar diri, justru beliau tidak lupa dengan umatnya, ini yang membuat kita sangat terharu.
Beliau menjawab dengan ucapan :
ASSALAAMU ‘ALAINAA WA ‘ALAA ‘IBADADILLAAHISH SHAALIHIIN.
(Semoga perlindungan dan pemeliharaan diberikan kpd kami dan semua hamba ALLAH yg shalih).

Bacalah percakapan mulia itu sekali lagi… itu adalah percakapan Sang Tuhan dan hamba-NYA, Sang Pencipta dan ciptaan-NYA dan mereka saling menghormati satu sama lain, menghargai satu sama lain dan lihat betapa Rasulullah SAW mencintai kita umatnya, bahkan beliau tidak lupa dengan kita ketika Dia dihadapan ALLAH SWT...

4. Melihat peristiwa ini, para malaikat yang menyaksikan dari luar Sidratul Muntaha tergetar dan ter-kagum2 betapa Rakhman dan Rakhimnya ALLAH SWT, betapa mulianya Muhammad SAW...
Kemudian para malaikat pun mengucap dg penuh keyakinan :
ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAAH. WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH.
(Kami bersaksi bahwa tiada Tuhan selain ALLAH dan kami bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan Rasul Allah).

Jadilah rangkaian percakapan dalam
peristiwa ini menjadi suatu bacaan dalam SHALAT yaitu pada posisi TAHIYAT Awal dan Akhir, yang kita ikuti dengan shalawat kepada Nabi sebagai sanjungan seorang individu yang menyayangi umatnya.

MUNGKIN sebelumnya kita tidak terpikirkan arti dan makna kalimat dalam bacaan ini .

Mudah2an dengan penjelasan singkat ini kita dapat lebih meresapi makna shalat kita. Sehingga kita dapat merasakan getaran yg dirasakan oleh para malaikat disaat peristiwa itu...

Semoga bermanfaat untuk menambah kekhusu'an sholat kita. Aamiin Ya Robbal Aalamiin.

Sumber : Kitab Qissotul Mi'raj.⁠⁠⁠⁠

BERBAGAI KONSEP PEMAKNAAN KATA AMIN

By
K Kuzairi



Riwayat Hadist dari Anas bin Malik, bahwa Nabi Muhammad saw bersabda:
"Perhatikanlah ketika Nabi Musa a.s. munajat kepada Allah swt lalu Allah swt berfirman: "Hai Musa, kelak Aku akan berikan kepada Umat Muhammad saw 4 huruf":
1. Huruf pertama dari Kitab Taurat,
2. Huruf kedua dari Kitab Zabur,
3. Huruf ketiga dari Kitab Injil,
4. Huruf keempat dari Kitab Al-Qu'ran.

Lalu Nabi Musa bertanya: "Ya Tuhanku, huruf apakah yang 4 macam itu?" dan Allah swt menjawab:
"Keempat macam huruf itu adalah Alif, Mim, Ya dan Nun, yang di singkat menjadi "AamiiN". maka barangsiapa mengucapkan AaMiiN seperti membaca 4 buah kitab-kitab tersebut, yaitu Taurat, Zabur, Injil dan Al-Qur'an".
1. Maka dikatakannya bahwa huruf Alif tertulis di Tiang Arsy Allah.
2. Huruf Mim tertulis di Tiang Kursi.
3. Huruf Ya tertulis di Lauhil Mahfuzh.
4. Huruf Nun tertulis di Batang Qalam.

Maka barangsiapa mengucapkan AAMiiN, maka dengan izin Allah dan dengan Kekuasaan-Nya keempat macam Makhluk itu bergerak dan secara otomatis dapat berkata-kata meminta ampun ke Hadirat Allah Yang Maha Kuasa untuk orang yang mengucapkan AaMiiN itu.
Kemudian Allah swt berfirman: "Saksikanlah oleh kamu sekalian pada saat ini benar-benar Aku telah mengampuni Dosa hamba-Ku, karena memang sifat-Ku Yang Maha Pengampun".

Kita harus hati-hati dalam mengucapkan dan menulis Aamiin karena bila keliru maka secara Otomatis akan berubah artinya.
Cara membaca Aamiin adalah dengan mamanjangkan 'a' (alif) dan memanjangkan 'min', Apabila tidak demikian maka akan menimbulkan arti lain atau artinya juga berbeda...!! 
.
Dalam bahasa arab ada perbedaan kata "AMIN" yaitu

"AMIN" (alif dan mim pendek) mempunyai arti AMAN, TENTRAM.
"AAMIN" (alif panjang & mim pendek) mempunyai arti MEMINTA PERLINDUNGAN KEAMANAN.
"AMIIN" (alif pendek & mim panjang) mempunyai arti JUJUR TERPERCAYA.
"AAMIIN" (alif & mim panjang) mempunyai arti YA TUHAN, KABULKANLAH DOA KAMI
SEMOGA BERMANFAAT BAGI KITA SEMUA

KISAH NABI MUHAMMAD SAW MENGISLAMKAN PARA RAJA

By
K Kuzairi


Nabi Muhammad SAW Mengislamkan Para Raja
Dokumen Asli
Setelah Perjanjian Hudaibiyyah Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam memiliki kesempatan untuk berdakwah yang lebih luas. Beliau mengirimkan banyak surat kepada pembesar di berbagai negeri menyeru mereka kepada Islam. Berikut ini adalah kisah tiga orang raja yang berbeda reaksinya ketika menerima surat dari Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam. Perbedaan reaksi ini berakibat pada perbedaan nasib yang mereka alami.

1- Surat Nabi saw untuk Raja Negus (Penguasa Ethiopia)
Isi surat:
Dari Muhammad utusan Islam untuk An-Najasyi, penguasa Abyssinia (Ethiopia).
Salam bagimu, sesungguhnya aku bersyukur kepada Allah yang tidak ada Tuhan kecuali Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, dan aku bersaksi bahwa Isa putra Maryam adalah ruh dari Allah yang diciptakan dengan kalimat Nya yang disampaikan Nya kepada Maryam yang terpilih, baik dan terpelihara. Maka ia hamil kemudian diciptakan Isa dengan tiupan ruh dari-Nya sebagaimana diciptakan Adam dari tanah dengan tangan Nya. Sesungguhnya aku mengajakmu ke jalan Allah. Dan aku telah sampaikan dan menasihatimu maka terimalah nasihatku. Dan salam bagi yang mengikuti petunjuk. Ketika Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam menulis surat kepada An-Najasyi yakni Ashhamah bin Al-Abjar dan menyerunya kepada Islam. Raja An-Najasyi mengambil surat itu, beliau lalu meletakkan ke wajahnya dan turun dari singgasana. Beliaupun masuk Islam melalui Ja’far bin Abi Tholib radiyallahu ‘anhu. Beliau lalu mengirimkan surat kepada Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam dan menyebutkan tentang keislamannya. Raja An-Najasyi akhirnya meninggal dunia pada bulan Rajab tahun ke-9 Hijriyyah. Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam memberitakan hal itu pada hari wafatnya lalu melakukan shalat ghaib untuknya. Beliau juga mengabarkan bahwa Raja An-Najasyi kelak akan masuk surga.

2- Surat Nabi saw untuk Raja Heraclius (Kaisar Romawi)
Isi surat:
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad utusan Allah untuk Heraclius Kaisar Romawi yang agung. Salam bagi siapa yang mengikuti petunjuk. Salain dari pada itu, sesungguhnya aku mengajak kamu untuk memeluk Islam. Masuklah kamu ke agama Islam maka kamu akan selamat dan peluklah agama Islam maka Allah memberikan pahalah bagimu dua kali dan jika kamu berpaling maka kamu akan menanggung dosa orang orang Romawi. “Katakanlah: Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”.( Al-Imron 64)
Ketika Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam mengirim surat kepada Kaisar Heraklius dan menyerukan kepada Islam. Pada waktu itu Kaisar sedang merayakan kemenangannya atas Negeri Persia. Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam telah mengirim Dihyah bin Khalifah Al-Kalby sebagai utusan kepada Kaisar Heraklius penguasa Kekaisaran Romawi, negara adi daya pada masa itu. Sang Kaisar pun berkeinginan untuk melakukan penelitian guna memeriksa kebenaran kenabian Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam. Maka beliau memerintahkan untuk mendatangkan seseorang dari Bangsa Arab ke hadapannya. Abu Sufyan rodhiyaullahu ‘anhu, waktu itu masih kafir, dan rombongannya segera dihadirkan di hadapan Kaisar.

Senin, 21 November 2016

BERITA DUKA

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirRNoOGbY5Rgl0X_pnq6ACZE3NMNdXa2aK4GCBISHGJ1keisXgawvbN9jyEZyg6JJNkvYvgudei7n2Z73CXr48UqGe5d_a8Ugmhb-pcuy4FBmCLAxnUt0wmZVG5WQEQYfwVW0ds2FTcNQ/s1600/1.+Sambutan+Ketua+Takmir+Masjid+Al-Ihsan+Drs.+Moh.+Zakir%252C+M.Si.JPG
Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun
Telah berpulang ke Rahmatullah pada Hari Minggu 20 - 11 - 2016 sekitar jam 23:30 dirumah sakit Graha Amartha Surabaya. Ketua Takmir Masjid Al -Ihsan Bpk Drs. H. Moh. Zakir, M.Si, semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT dan Semua dosa - dosanya diampuni oleh Allah SWT Amiin Yarabbal Alamiin.

Segenap Takmir Masjid Al - Ihsan Kampung Sobih Kelurahan bugih, Kec. Pamekasan, Kab. Pamekasan Menyampaikan Bela Sungkawa sedalam - dalamnya atas wafatnya Beliau. Semoga Amal Baktinya selama menjadi ketua takmir Al - Ihsan menjadi pendorong bagi para takmir untuk memakmurkan dan memajukan Masjid Al - Ihsan ke depannya. Dan semoaga diampuni segala dosanya dan diterima amal baiknya Amiin Allahumma Amiin

BERBAKTI KEPADA ORANG TUA (II)



MU’JIZAT MERAWAT ORANG TUA

Uang bisa dicari,
Ilmu bisa digali,

Tapi kesempatan untuk mengasihi orang tua takkan terulang lagi,

Ketika anak kita menemukan jodohnya, dan mendapatkan wanita cantik yang berhasil merebut seluruh hatinya, tidak jarang orang yang pertama menjadi musuh si Anak adalah orang tuanya sendiri.

Orang tua yang semula begitu mulia, mendadak terasa menjadi sangat cerewet, dan menjadi sumber masalah rumah tangga. Apalagi bila si anak (laki-laki) tidak berhasil menyatukan hati istrinya dengan ibundanya.

Anehnya anak-anak yang merawat orang tuanya sampai wafat, kebanyakan di cintai Allah, hal itu tercermin dalam karir hidupnya di Dunia, dan mereka cenderung menjadi orang yang sukses.

Mu’jizat Orang Tua, dapat kita temukan dalam sejarah hidup seorang sahabat di bawah ini:

Ketika ibu dari Iyas bin Muawiyah wafat, Iyas meneteskan air mata tanpa meratap, lalu beliau ditanya seorang sahabat tentang sebab tangisannya,

Jawabnya, “Allah bukakan untukku beberapa pintu untuk masuk surga, sekarang, satu pintu telah ditutup.”

Begitulah, orangtua adalah pintu surga, bahkan pintu yang paling tengah di antara pintu-pintu yang lain.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“ ORANG TUA adalah PINTU SURGA YANG PALING TENGAH, terserah kamu, hendak kamu terlantarkan ia, atau kamu hendak menjaganya.”
(HR Tirmidzi)

Al-Qadhi berkata, ” Maksud pintu surga yang paling tengah adalah pintu yang PALING BAGUS dan PALING TINGGI.

Dengan kata lain, sebaik-baik sarana yang bisa mengantarkan seseorang ke dalam surga dan meraih derajat yang tinggi adalah dengan mentaati orangtua dan menjaganya.”

Bersyukurlah jika kita masih memiliki orangtua, karena di depan kita masih ada pintu surga yang masih terbuka lebar.

Terlebih bila orangtua telah berusia lanjut.

Dalam kondisi tak berdaya, atau mungkin sudah pelupa, pikun dan terkesan cerewet,

atau tak mampu lagi merawat dan menjaga dirinya sendiri, persis seperti bayi yang baru lahir.

SUNGGUH TERLALU, ORANG YANG MENDAPATKAN ORANG TUANYA BERUSIA LANJUT, TAPI IA TIDAK MASUK SURGA, PADAHAL KESEMPATAN BEGITU MUDAH BAGINYA.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sungguh celaka… sungguh celaka… sungguh celaka..”,

lalu Seseorang bertanya “Siapakah itu wahai Rasulullah?”
Beliau bersabda, “Yakni orang yang mendapatkan salah satu orang tuanya, atau kedua orang tuanya berusia lanjut, namun ia tidak juga bisa masuk surga.”
(HR Muslim)

Ia tidak masuk surga karena tak berbakti, tidak mentaati perintahnya, tidak berusaha membuat senang hatinya, tidak meringankan kesusahannya, tidak menjaga kata-katanya, dan tidak merawatnya saat mereka tak lagi mampu hidup mandiri.

SAATNYA BERKACA DIRI, SUDAHKAH LAYAK KITA DISEBUT SEBAGAI ANAK YANG BERBAKTI ? SUDAHKAH LAYAK KITA MEMASUKI PINTU SURGA YANG PALING TENGAH ?

Nasihat ini baik kita sampaikan kepada anak-anak kita

Rabu, 16 November 2016

NASEHAT UMAR BIN KHATTAB



NASEHAT UMAR BIN AL-KHATTAB TENTANG KUNCI KEMULIAAN ada 8 macam:

1.       Barang siapa yang meninggalkan ucapan yang tidak perlu, maka dia akan diberi hikmah.
2.       Barangsiapa yang meninggalkan penglihatan yang tdak perlu, maka dia akan diberi kekhusyukan dalam hati.
3.       Barang siapa yang meninggalkan makan berlebihan, maka dia diberi kenikmatan beribadah.
4.       Barang siapa yang meninggalkan tertawa berlebihan, maka dia akan diberi kenikmatan.
5.       Barangsiapa meninggalkan humor, maka dia akan diberi kehormatan.
6.       barangsiapa meninggalkan cinta duniawi, maka dia akan diberikan kecintaan akhirat.
7.       Barangsiapa yang meninggalkan perhatiannya kepada aib orang lain, maka dia akan diberi kemampuan memperbaiki aibnya sendiri.
8.       Barangsiapa yang meninggalkan penelitian tentang bagaimana wujud Allah, maka dia akan terhindar dari niat berpura pura terhadap agama-Nya.

Jika dengan delapan alasan diatas belum mampu membuat kita berubah, maka untuk Allah subhanahu wata'ala lah alasan yang paling mulia untuk kita berubah.
1.       Yang Singkat Itu "WAKTU".
2.       Yang Menipu Itu "DUNIA".
3.       Yang Dekat Itu "KEMATIAN".
4.       Yang Besar Itu "HAWA NAFSU".
5.       Yang Berat Itu "AMANAH".
6.       Yang Sulit Itu "IKHLAS".
7.       Yang Mudah Itu "BERBUAT DOSA".
8.       Yang Susah Itu "SABAR".
9.       Yang Sering Lupa Itu "BERSYUKUR".
10.   Yang Membakar Amal Itu "GHIBAH".
11.   Yang Mendorong Ke Neraka Itu "LIDAH".
12.   Yang Berharga Itu "IMAN".
13.   Yang Menenteramkan Hati Itu ''BERDZIKIR".

Semoga tulisan ini dapat memberikan hikmah, baik kepada penyampai maupun kepada pembaca
Sditinggikan ilmunya, diangkat derajatnya , dibesarkan rezekinya, diharumkan namanya, disetiakan cintanya, dipanjangkan umurnya dalam kesuksesan dan keberkahan hidup. Aamiin Yarabbal Alamiin