Tepatnya di
jl. Dirgahayu gg 3 Bugih Pamekasan kediaman K. Cholil Masaran, beliau
adalah Pembina Masjid Masaran yang kesehariannya mengajar tentang
keagamaan, diantaranya adalah para santri dan masyarakat sekitar
kelurahan bugih. Kampung sobih adalah sebuah perkampungan yang di
pisahkan oleh sungai sehingga pada waktu itu akses jalan ke Masjid
Masaran masih agak sulit dan seadanya. Berdasarkan kesulitan itulah
beliau yaitu K. Cholil berinisiatif untuk membangun sarana tempat ibadah
di kampung sobih Kelurahan Bugih Kec. Pamekasan Kab. Pamekasan, tepatnya pada tahun 1975 beliau dihadiahi tanah hibah
oleh Ny. Janti seluas 1290 m2, dan pada tahun itu pula
beliau membangun Mushalla Al – Ihsan dengan ukuran musholla 6m x 6m
untuk masyarakat sobih dan sekitarnya. Sehingga masyarakat kampung sobih
mengadakan shalat lima waktu secara berjemaah.
Pada tahun
1980 beliau mengutus anak sulungnya yaitu Ny. Juhara dan suaminya K.
Suudi, BA untuk menempati tanah di sebelah barat mushalla sekaligus
mengajar para santri dan masyarakat sekitar tentang keagamaan. Pada
tahun 1981 K. Suudi, BA membangun Mushalla Putri Al – Ihsan bersama
masyarakat sekitar yaitu tepat di sebelah barat rumah K. Suudi, BA untuk
santri putri dan kaum ibu – ibu sekitar kampung sobih Kelurahan Bugih Kec. Pamekasan Kab. Pamekasan. Pada tahun 1982
Mushalla Al – Ihsan dibinak menjadi Masjid oleh K. Suruji sehingga
masyarakat sekitar bisa shalat jumat bersama di Masjid yang baru
dibentuk tersebut. Pada tahun 1987 masjid Al – Ihsan diadakan rehab
pertama kali oleh K. Suudi, BA bersama masyarakat sekitar yang awalnya
berukuran 6m x 6m menjadi 1000m2. Dengan dukungan Doa dan
tenaga dari masyarakat serta bantuan para donatur sehingga Masjid Al –
Ihsan mengalami perbaikan – perbaikan yang signifikan. kegiatan
keagamaan berjalan terus tanpa adanya hambatan sehingga para santri dan
masyarakat sekitar kampung sobih Kelurahan Bugih Kec. Pamekasan Kab. Pamekasan berjalan dengan aman dan lancar.
Pada tahun
2009 K. Suudi, BA. wafat, beliau meninggalkan santri beserta keluarga
tercinta seorang putra yaitu Maulidianto, S. Ag dan dua orang putri yaitu
Anna Khalifatin dan Firli Ulfiyana, serta seorang cucu yang bernama
Kukuh Khairunni’am. Kepemimpinan beliau K. Suudi, BA dilanjutkan oleh
menantunya yaitu K. Kuzairi yang merupakan suami dari anak keduanya
yaitu Ny. Anna Khalifatin. Kegiatan di Masjid Al – Ihsan tetap berjalan
sebagaimana biasanya.
Pada tahun
2011 masjid Al – Ihsan diadakan rehab yang kedua kalinya oleh K. Kuzairi
bersama masyarakat sekitar kampung Sobih Kelurahan Bugih Kec. Pamekasan Kab. Pamekasan. Seiring berjalannya waktu
pertumbuhan penduduk semakin pesat arus urbanisasi semakin banyak
sehingga jumlah penduduk semakin bertambah yang mengakibatkan jemaah
shalat lima waktu semakin banyak terutama jika shalat Jumat, sehingga tiap hari jumat jalan basar
ditutup separuh untuk menampung jemaah sholat jumat yang makin
membludak/bertambah sehingga perlu diadakan rehab total dengan kapasitas
jemaah yang lebih banyak. Rencana Takmir Masjid Al – Ihsan akan merehab
dengan tiga lantai mohon doa dan dukungannya agar rencana rehab
berjalan dengan lancar. Aamiin Yarabbal Alamiin.
seiring berjalannya waktu rencana rehab total sudah mulai
dimusyawarahkan di kalangan takmir dengan pembina Masjid Al - Ihsan pada tahun
2017. Sehingga dengan kondisi
pemugaran yang hanya dilakukan kedua kalinya tersebut, maka kondisi fisik
masjid menjadi kurang reprentatif lagi untuk kenyamanan orang beribadah, karena
kondisi gedung yang nilai ekonomisnya sudah mulai berkurang. Disamping itu, dengan adanya tambahan hunian baru di
sekitar masjid dan posisinya yang dekat dengan objek-objek vital layanan
masyarakat, seperti kantor DPRD dan kantor Bupati serta perguruan tinggi,
menjadikan daya tampung jamaah masjid semakin lama semakin berkurang. Hal ini
tidak hanya disebabkan oleh peningkatan jamaah yang berasal dari masyarakat
setempat yang juga semakin bertambah dari waktu ke waktu, bahkan dalam waktu 5 tahun
terakhir (2013 - 2018) telah berkembang 4 perumahan baru di sekitar masjid. Jamaah yang
sifatnya datang sewaktu-waktu juga semakin lama semakin bertambah, terutama
kaum musafir yang berasal dari mahasiswa dan masyarakat yang memiliki urusan ke
kantor-kantor pelayanan publik. Selain Tiga hal
tersebut diatas, kegiatan keagamaan lain yang ada kaitannya dengan budaya
islami sering kali dilakukan di masjid Al-Ihsan tersebut dan jamaah yang datang
memang cukup banyak. Karena antusiasme masyarakat sekitar atas pelestarian
budaya islami yang cukup baik, misalnya dalam bentuk peringatan hari-hari besar
islam yang biasanya harus menggunakan sebagian jalan raya di sekitar masjid.
Maka dengan berbagai kondisi tersebut, dirasakan perlu untuk dilakukan renovasi
masjid yang mampu menampung jamaah lebih banyak dan representatif untuk tempat
ibadah dan kegiatan-kegiatan kajian keislaman ataupun pelestarian budaya yang
islami. Sehingga pada Hari Senin, 29 Oktober 2018 Renovasi total Masjid Al - Ihsan mulai dilaksanakan