Alm. K. Cholil Masaran

Generasi Ke-1 Pendiri Masjid Al - Ihsan Jl. Basar No. 38 Bugih Pamekasan

Alm. K. Su'udi BA

Generasi Ke-2 Penerus Masjid Al - Ihsan Jl. Basar No. 38 Bugih Pamekasan

K. Kuzairi

Generasi Ke-3 Pembina Masjid Al - Ihsan Jl. Basar No. 38 Bugih Pamekasan

Letak Masjid

Tidak ada ulasan

Renovasi Total 1987

Tidak ada ulasan

Masjid Tahun 1975

Tidak ada ulasan

Senin, 19 Juni 2017

Jadwal Imam Tarawih



JADWAL IMAM TARAWIH MASJID AL - IHSAN 2017

No
Hari / Tanggal / Bulan / Tahun
Nama Imam Tarawih
1
Jumat, 26 Mei 2017
K. Kuzairi, S.Si., M.Si
2
Sabtu, 27 Mei 2017
K. Kuzairi, S.Si., M.Si
3
Minggu, 28 Mei 2017
K. Kuzairi, S.Si., M.Si
4
Senin, 29 Mei 2017
Ust. H. Mahfudz Supeno, S.Ag
5
Selasa, 30 Mei 2017
Ust. H. Mahfudz Supeno, S.Ag
6
Rabu, 31 Mei 2017
Ust. H. Mahfudz Supeno, S.Ag
7
Kamis, 1 Juni 2017
Ust. Rasyidi, S.Pd
8
Jumat, 2 Juni 2017
Ust. Rasyidi, S.Pd
9
Sabtu, 3 Juni 2017
Ust. Rasyidi, S.Pd
10
Minggu, 4 Juni 2017
Ust. Hasan Sadali, S.Ag
11
Senin, 5 Juni 2017
Ust. Hasan Sadali, S.Ag
12
Selasa, 6 Juni 2017
Ust. Hasan Sadali, S.Ag
13
Rabu,7 Juni 2017
K. Kuzairi, S.Si., M.Si
14
Kamis, 8 Juni 2017
K. Kuzairi, S.Si., M.Si
15
Jumat, 9 Juni 2017
K. Kuzairi, S.Si., M.Si
16
Sabtu, 10 Juni 2017
Ust. H. Mahfudz Supeno, S.Ag
17
Minggu, 11 Juni 2017
Ust. H. Mahfudz Supeno, S.Ag
18
Senin, 12 Juni 2017
Ust. Rasyidi, S.Pd
19
Selasa, 13 Juni 2017
Ust. Rasyidi, S.Pd
20
Rabu,14 Juni 2017
Ust. Hasan Sadali, S.Ag
21
Kamis, 15 Juni 2017
Ust. Hasan Sadali, S.Ag
22
Jumat, 16 Juni 2017
Ust. H. Mahfudz Supeno, S.Ag
23
Sabtu, 17 Juni 2017
Ust. H. Mahfudz Supeno, S.Ag
24
Minggu, 18 Juni 2017
Ust. Rasyidi, S.Pd
25
Senin, 19 Juni 2017
Ust. Rasyidi, S.Pd
26
Selasa, 20 Juni 2017
Ust. Rasyidi, S.Pd
27
Rabu, 21 Juni 2017
Ust. Hasan Sadali, S.Ag
28
Kamis, 22 Juni 2017
Ust. Hasan Sadali, S.Ag
29
Jumat, 23 Juni 2017
K. Kuzairi, S.Si., M.Si
30
Sabtu, 24 Juni 2017
K. Kuzairi, S.Si., M.Si


Minggu, 18 Juni 2017

Nailun Fadhair

⁠⁠⁠NAILUN FADHOIR
By
Nursyamsi Gresik

Cerita dimulai zaman nabi adam dan hawa yg selalu ber anak kembar hingga 21 kali
Hingga berdebatlah mereka, sebenarnya anak itu, anak siapa???....
Berkatalah :"

Hawa :" mas adam sebenarnya anak itu anakku kan??...
Adam :" ya ndak dek hawa....anak itu anakku

Hingga panjang pebincangan itu, dan ahirnya kedua nya memutuskan untuk mengeluarkan masing2....

Kepunyaan Adam ditempatkan di suatu tempat yg diberi nama CUPU MANI ASTOGINO

Dan kepunyaan Hawa ditempatkan ditempat yg diberi nama BERUK

Maka ditaruhlah masing2 dibarat gunung dan ditimur gunung

Dan stelah 9 bulan 10 hari dilihatlah...kedua tempat itu.......apa yg terjadi?????.......
dibukalah BERUK.....dan bau busuk yg keluar dari tempat itu dan dibuanglah oleh Hawa.....

lalu dibukalah CUPU MANI ASTOGINO keluarlah berwujud....Sis lebih dikenal Nabi Sis,
adalah nabi yg tidak masuk didalam 25 nabi,

Tapi dari nabi Sis lah.......cikal bakal 25 nabi,
NABI IDRIS BIN NURROSO BIN NUR COHYO BIN NABI SIS BIN NABI ADAM...

trs....trs....sampai 25 nabi.....
disalah satu berjanji terbaca

 min adamin waila
 Ila abihi waummihi 

Rosululloh itu ibu bapaknya keturunan Nabi  ADAM tanpa HAWA



KISAH ABU HANIFAH MENASEHATI ORANG SOMBONG YANG ISLAMI

Kisah Abu Hanifah Menasehati Orang Sombong Yang Islami
BY:
Kuzairi

Salah seorang ulama berada di masjid Rushafah hendak memamerkan kemampuan intelektualnya. Dengan sombongnya Ia berkoar di hadapan para hadirin, “aku siap menjawab pertanyaan sesulit apapun dari kalian!”. Tanpa Ia sadari bahwa di antara hadirin yang ia tantang untuk mengajukan pertanyaan kepadanya terdapat seorang alim pendiri madzhab Hanafi; Abu Hanifah. Seorang ulama yang yang jauh lebih lebih alim dan rendah hati.
Sejurus kemudian Abu Hanifah mengacungkan jari tangannya untuk mengajukan pertanyaan kepada ulama yang terbujuk itu. “Apa pertanyaanmu?”, tantang ulama sok alim tersebut. Abu Hanifah kemudian menyampaikan pertanyaannya, “semut yang berbicara dengan Nabi Sulaiman AS itu laki-laki apa perempuan?”. Mendengar pertanyaan Abu Hanifah yang sederhana namun sulit dijawab tersebut, orang sok alim tadi tidak bisa menjawab. Ia merasa malu dan hanya dapat menundukkan kepala.
Karena tidak mampu dijawab, Abu Hanifah menjawab pertanyaannya sendiri, “sesungguhnya semut tersebut berjenis kelamin perempuan”.
Ulama yang arogan tersebut penasaran dengan jawaban Abu Hanifah. lantas Ia menanyakan dalilnya kepada Abu Hanifah.
Dengan sigap dan cekatan Abu Hanifah menjelaskan:
“Dalilnya adalah firman Allah:
حتى اذا اتوا على واد النمل قالت نملة
Bahwa dalam ayat tersebut fi’ilnya kata “namlah” berupa shighat mu’annats (qalat) yang menunjukan bahwa semut yang berbincang dengan Nabi Sulaiman adalah perempuan”.
Setelah memberi jawaban sekaligus penjelasan dalilnya, Abu Hanifah memberi nasehat kepada ulama yang sok alim tersebut, “Sebenarnya saya tidak ingin bertanya kepadamu. Aku lebih suka untuk mengatakan kepadamu; janganlah kau terbujuk dengan kelebihan yang kau miliki”.
Demikianlah akibat merasa paling benar sendiri. Sifat keakuan merupakan penyakit hati yang sangat berbahaya. Sebab sifat tersebut dapat mendorong kepada kesombongan yang darinya timbul banyak kemafsadatan. Siapa yang tak kenal dengan Iblis? sosok makhluk yang ibadahnya rajin bahkan melebihi malaikat-malaikat penghuni surga. Hanya karena sifat keakuaannya, ia menjadi makhluk Allah yang celaka.
Iblis enggan bersujud kepada Nabi Adam As karena merasa lebih baik dari pada Adam. Saat ditanya Allah apa yang membuatnya enggan bersujud kepada Adam, dengan arogan Iblis menjawab:
“Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang Dia Engkau ciptakan dari tanah”. (QS.al-A’raf :12).
Sifat keakuan menjadikan seseorang merasa paling benar sendiri. Ia akan enggan menerima kebenaran dari pihak lain. Tidak mau mendengar nasihat orang bijak dan akan sulit menerima keberagaman dalam kehidupan berbangsa. Ia tidak sadar bahwa dirinya masih butuh banyak belajar kepada orang lain yang lebih pintar, lebih bijak, lebih menyejukkan. Sebab ia menganggap orang lain lebih bodoh darinya. Semoga kita dijauhkan dari sifat keakuan, agar dapat mengamalkan ajaran Nabi, belajar sejak dari ayunan hingga liang lahat. Wallahu a’lam.

Rabu, 18 Januari 2017

MACAM - MACAM PERSAHABATAN



                       7 MACAM PERSAHABATAN
 
1.       "Ta’aruffan”,adalah persahabatan yang terjalin karena pernah berkenalan secara kebetulan, seperti pernah bertemu di kereta api, halte, rumah sakit, kantor pos, ATM, bioskop dan lainnya.

2.        "Taariiihan”,adalah persahabatan yang terjalin karena faktor sejarah, misalnya teman sekampung, satu almamater, pernah kost bersama, diklat bersama dan sebagainya.

3.        "Ahammiyyatan”, adalah persahabatan yang terjalin karena faktor kepentingan tertentu, seperti bisnis, politik, boleh jadi juga karena ada maunya dan sebagainya.

4.        "Faarihan”, adalah persahabatan yang terjalin karena faktor hobi, seperti teman futsal, badminton, tenis, berburu, nggowes, dsb.

5.        "Amalan”, adalah persahabatan yang terjalin karena satu profesi, misalnya sama-sama dokter, guru, dan sebagainya..

6.        "Aduwwan”,  adalah seolah sahabat tetapi musuh, di depan seolah baik tetapi sebenarnya hatinya penuh benci, menunggu, mengincar kejatuhan sahabatnya, Bila engkau memeroleh nikmat, ia benci, bila engkau tertimpa musibah, ia senang. Allahumma ya Allah selamatkanlah hamba dari sahabat yang bila melihat kebaikanku ia sembunyikan, tetapi bila melihat keburukanku ia sebarkan.

7.        "Hubban Iimaanan”, adalah sebuah ikatan persahabatan yang lahir batin, tulus saling cinta dan sayang karena ALLAH, saling menolong, menasehati, menutupi aib sahabatnya, memberi hadiah, bahkan diam-diam dipenghujung malam, ia doakan sahabatnya. Boleh jadi ia tidak bertemu tetapi ia cinta sahabatnya karena Allah Ta’ala.

Dari ke 7 macam persahabatan di atas, 1–6 akan sirna di akhirat, yang tersisa hanya ikatan persahabatan yang ke 7, yaitu persahabatan yang dilakukan karena Allah (QS 49:10). Teman-teman akrab pada hari itu (kiamat) menjadi musuh bagi yang lain, kecuali persahabatan karena ketakwaan” (QS 43:67)
Di riwayatkan, bahwa: Apabila penghuni surga telah masuk ke dalam surga, lalu mereka tidak menemukan sahabat-sahabat mereka yang selalu bersama mereka dahulu di dunia, mereka bertanya tentang sahabat mereka itu kepada Allah Subhaanahu wata'ala.
"Yaa Rabb...kami tidak melihat sahabat-sahabat kami yang sewaktu di dunia, shalat bersama kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama kami."
Maka Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

"Pergilah ke neraka, lalu keluarkan sahabatmu yang di hatinya ada iman walaupun hanya sebesar dzarrah."(HR. Ibnul Mubarak dalam kitab "Az-Zuhd")

Al-Hasan Al-Bashri berkata:
"Perbanyaklah sahabat-sahabat mukminmu, karena Mereka memiliki syafaat pada hari kiamat."

"Karuniakanlah kepadaku sahabat-sahabat yang selalu mengajakku untuk tunduk, patuh dan taat kepada syariat-Mu, kekalkanlah persahabatan kami hingga kami bertemu di akhirat nanti dengan-Mu. Jangan tumbuhkan di hati kami untuk mencintai musuh-musuh-Mu dan musuh-musuh Rasul-Mu.