Alm. K. Cholil Masaran

Generasi Ke-1 Pendiri Masjid Al - Ihsan Jl. Basar No. 38 Bugih Pamekasan

Alm. K. Su'udi BA

Generasi Ke-2 Penerus Masjid Al - Ihsan Jl. Basar No. 38 Bugih Pamekasan

K. Kuzairi

Generasi Ke-3 Pembina Masjid Al - Ihsan Jl. Basar No. 38 Bugih Pamekasan

Letak Masjid

Tidak ada ulasan

Renovasi Total 1987

Tidak ada ulasan

Masjid Tahun 1975

Tidak ada ulasan

Senin, 03 Desember 2018

TANGAN YANG DI CIUM OLEH RASULULLAH SAW

HIKMAH PAGI

Diriwayatkan bahwa suatu ketika Rasulullah berjumpa dengan Sa’ad bin Mu’adz Al-Anshari, seorang tukang batu. Ketika itu Rasulullah melihat tangan Sa’ad yang melepuh, kulitnya gosong kehitaman seperti lama terpanggang matahari.

ﻣﺎﻫﺬﺍ ﺍﻟﺬﻯ ﺍﻛﺘﺴﺒﺖ ﻳﺪﺍﻙ

Rasulullah bertanya, "Kenapa tanganmu ?"

ﻳﺎﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﺿﺮﺏ ﺑﺎﻟﻤﺮﻭ ﺍﻟﻤﺴﺤﺎﺓ ﻓﺎﻧﻔﻘﻪ ﻋﻠﻰ ﻋﻴﺎﻟﻰ

Sa’ad menjawab, "Wahai Rasulullah, tanganku seperti ini karena aku mengolah tanah/batu dengan cangkul itu untuk mencari nafkah keluarga yang menjadi tanggunganku,"

ﻫﺬﻩ ﻳﺪ ﻻ ﺗﻤﺴﻬﺎ ﺍﻟﻨﺎﺭ ﺍﺑﺪﺍ

Seketika itu, Rasulullah mengambil tangan Sa’ad dan menciumnya seraya berkata, "Inilah tangan yang tidak pernah tersentuh api neraka,"

Rasulullah SAW tidak pernah mencium tangan para Pemimpin Quraisy, tangan para Pemimpin Kabilah, Raja atau siapapun.

Sejarah mencatat hanya putrinya Sayyidah Fatimah Az Zahra dan tangan Sa'ad si tukang batu itulah yang pernah dicium oleh Rasulullah SAW.

Kemudian Rasulullah SAW bersabda pula :
“Kalau ia bekerja untuk menghidupi anak-anaknya yang masih kecil, maka itu fi sabilillah.
Kalau ia bekerja untuk menghidupi kedua orang tuanya yang sudah lanjut usia, maka itu fi sabilillah.
Kalau ia bekerja untuk kepentingan dirinya sendiri agar tidak meminta-minta, maka itupun fi sabilillah ”.

Hikmah dari kisah ini yaitu terdapat tanggung jawab seorang Sa’ad bin Mu’adz Al-Anshari dalam menafkahi anak dan istrinya melalui rizki yang halal. Tangan yang semata-mata berada di jalan Allah SWT dengan penuh keikhlasan dalam menjalankan Amanah.
Bekerjalah dengan pekerjaan yang Halal, maka ALLAH akan memberikan Keberkahan dalam setiap detiknya...

ALLAHUMMA SHOLLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALA ALI SAYYIDINA MUHAMMAD Semoga jerih payah kita dalam mencari risqi yg halal buat keluarga kita  menjadikan kita termasuk golongan orang - orang yang jihad fisabilillah
Aamiin ya rabbal Alamiin

Petuah Sang Semar Kepada Anak - Anaknya

punakawan

Gareng : "Romo pernah dicaci-maki seseorang?"

Semar : "Pernah....!"

Petruk : "Pernahkah dimusuhi seseorang, Mo!

Semar : "Pernah....!"

Bagong : "..apa pernah dibenci seseorang, Mo?"

Semar : "Pernah....!"

Gareng : "Sampeyan juga pernah dihujat seseorang, Mo..?"

Semar : "Pernah....!"

Petruk : "Apakah semua itu dilakukan secara terang²an, Mo..?"

Semar : "Ada yang dilakukan secara terang²an, ada juga yang hanya dilakukan secara diam² dari belakang.."

Bagong : "Lantas apa yang Romo perbuat terhadap orang² itu..?"

Semar : "Thole, nggèr anak²ku cah bagus, podo dirungokno yo..! Aku tidak balik mencaci-maki dia, aku pun tidak merasa harus memusuhinya, tidak pula akan membencinya dan aku juga tidak berpikir akan membalas hujatannya.."

Gareng (penasaran) : "Kenapa bisa demikian, Mo..?"

Semar (sambil membetulkan duduknya) :  "Itu karena pikiran serta hatiku tidak terfokus pada siapa yang mencaci-maki, siapa yang memusuhi, siapa yang membenci dan siapa yang menghujat.

Pikiran dan hatiku hanya terfokus pada siapa yang menggerakkan lidah mereka sehingga mencaci-maki aku, siapa yang menggerakkan jiwanya sehingga memusuhi aku, siapa yang menggerakkan hatinya sehingga membenci aku dan siapa yang menggerakkan pikirannya sehingga membuat mulutnya menghujat aku..."

Petruk : "Dia itu siapa, Mo..?"

Semar : "Dialah GUSTI ALLAH yg  Maha Pencipta. DIA-lah  Maha yang berkuasa atas segala sesuatu yang sudah, belum, sedang dan yang akan terjadi.

Ya hanya DIA-lah satu²nya yang memberi kemampuan dan kekuatan pada orang² itu sehingga lidahnya bisa mencaci maki, jiwanya bisa memusuhi, pikirannya bisa membenci dan bibirnya bisa menghujat diri ini. Tanpa-NYA tentu mustahil bisa terjadi. Sehingga aku beranggapan, sebenarnya cacian, kebencian, permusuhan​ dan hujatan itu sengaja dihadirkan GUSTI ALLAH SWT agar jiwaku menjadi kuat melewati rintangan dan hatiku menghebat tatkala menghadapi ujian.